Anak Akuntansi itu: Kreatif meneliti dan tekun
Percaya atau nggak, anak Akuntansi itu dijamin kreatif. Kreatif dalam
meneliti maksudnya. Lah, gimana nggak mau kreatif, kita dituntut untuk
selalu memahami efek pasar modal yang ada di luar sana. Kita juga
dituntut untuk memahami bagaimana seluk beluk dunia perekonomian. Keren
kan? Banyak orang menilai anak akuntansi hanya berkutat pada
debet-kredit. Sebenarnya Akuntansi tidak hanya berisi debet-kredit,
banyak hal lain yang lebih menarik dan lebih menantang yang dipelajari
di akuntansi selain debet-kredit. Masalah debit-kredit hanyalah
permasalahan letak kiri dan kanan, tidak lebih. Akan tetapi, mahasiswa
perlu melihat informasi apa yang terwakili oleh debit-kredit, jika
mahasiswa terlalu menganggap mudah tapi tidak tahu artinya, ini sama
saja dengan tidak memahami letak kanan-kiri, sisi debet-kredit.
Ketika kamu masuk di Jurusan Akuntansi, keteraturan dan ketertiban akan
menjadi penonggak keberhasilan kamu dalam menjalankan fungsi-fungsi
akuntansi, sehingga kamu akan diarahkan agar dapat menyajikan laporan
keuangan sesuai dengan periodenya (prinsip matching), dan kamu
pun akan selalu diingatkan agar dapat menyimpan (mendokumentasikan)
bukti-bukti seluruh transaksi secara lengkap, rapi dan berurutan. Dari
situlah kemudian kamu akan menjadi orang-orang yang tertib dan teratur
dalam menjalankan aktivitas keseharian.
Jadi Akuntan yang handal
Jadi Akuntan yang handal
Setelah lulus, kamu bisa bekerja di divisi keuangan di berbagai
perusahaan, baik swasta maupun milik pemerintah seperti BPKP, BPK dan
Dirjen Pajak. Kamu juga bisa bekerja sebagai auditor di Kantor Akuntan
Publik (KAP). Salah satu orang sukses dari lulusan akuntansi adalah
Bapak Johnny Darmawan Danusasmita, mantan Presiden Direktur PT Toyota
Astra Motor. Ia adalah lulusan jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi
Universitas Trisakti. Pernah bekerja sebagai auditor di
PricewaterhouseCoopers (PwC) Jakarta, sebelum akhirnya bergabung di grup
Astra. Presiden Direktur adalah jabatan tertinggi di sebuah perusahaan
itu artinya mereka yang dari jurusan Akuntansi juga berpeluang menduduki
posisi ini.
Lulusan Akuntansi disebutSarjana Ekonomi dan mendapat gelar S.E. Jika
setelah lulus kamu ingin menjadi akuntan publik, maka harus mengikuti
pendidikan profesi akuntansi dulu selama 1 tahun, setelah itu berhak
mendapat register negara dan boleh mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan
Publik (USAP). Gelar kamu akan bertambah menjadi S.E., Ak. Dan setelah
itu kamu bisa membuka praktek atau membuka kantor sendiri sebagai
seorang akuntan publik.
Apa yang dikerjakan oleh seorang akuntan publik jika sudah bisa membuka
praktek sendiri? Kamu ibarat seorang pengusaha yang bisa memberikan jasa
pemeriksaan (audit), jasa perpajakan (tax service), jasa konsultasi manajemen (management advisory services) dan jasa akuntansi (accounting services) kepada perusahaan-perusahaan.Tapi ingat, apapun pilihan pekerjaan kamu, akan selalu diikat dengan aturan etika profesi akuntan.
Banyak wawasana baru
Jika pada jaman SMA dulu kita hanya belajar akuntansi dari satu sisi,
nah di bangku perkuliahan, kita akan belajar akuntansi lebih banyak
lagi. Jangan heran kalau kamu akrab dengan istilah-itilah yang
sebelumnya belum kamu dapatkan di bangku SMA. Seperti istilah:
Amortisasi, Aset kontinjensi, entitas induk, dan lain sebagainya.
Menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi bukan berarti hanya mempelajari
akuntansi seperti yang diajarkan waktu SMA dulu, tetapi mahasiswa harus
juga mempelajari materi atau mata kuliah lainnya seperti manajemen,
ekonomi dan mata kuliah lainnya yang mengandung banyak hafalan. Ya,
memang materi jurusan Akuntansi sebagian menuntut mahasiswa untuk
menghafal, meskipun tidak sepenuhnya menghafal, tetapi juga memahami.
Memilih jurusan akuntansi akan menuntut kamu untuk memahami ilmu lain
yang tidak hanya berhubungan dengan akuntansi semata. Ada mata kuliah
lain yang akan kamu pelajari. Dari sinilah kamu akan mendapat wawasan
yang luas dan menyeluruh, bahwa akuntansi bukan hanya tentang saldo,
debet ataupun kredit.
Banyak teman dan memahami ‘Stakeholders’
Nah, ini nih salah satu keuntungan yang unik. Kamu akan mendapatkan
banyak teman, berbagai macam karakter orang akan kamu temui di sini. Di
jurusan Akuntansi, kamu akan dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan
informasi seluruh stakeholders (pihak-pihak yang berkepentingan),
seperti manajemen, karyawan, investor, kreditor, pemasok, pemerintah dan
masyarakat umum. Dengan begitu, supaya kamu dapat diterima dimana saja
dan dapat bergaul dengan siapa saja yang menjadi stakeholders, maka akan
diajak untuk berprilaku sebagai orang yang bijak dan tidak memihak
kepada salah satu pihak, dengan cara menyusun laporan keuangan
sebagaimana mestinya, tanpa ada rekayasa.
Bisa bergabung sama komunitas HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi)
Di Program Studi Akuntansi, kamu akan bergabung dengan komunitas yang
semuanya merupakan mahasiswa akuntansi. Himpunan Mahasiswa Program Studi
Akuntansi ini merupakan wadah untuk menuangkan ide kreatif kamu dalam
kegiatan yang berhubungan dengan akuntansi. Berbagai kegiatan akademik
maupun non akademik akan kamu rasakan di dalamnya. Contoh, kamu bisa
mengadakan bakti sosial yang diadakan HMPSA dengan bekerjasama dengan
Index Pasar Modal. Keren kan? Kamu akan memiliki pengalaman bekerjasama
dengan stakehoders sesungguhnya.
Tapi, nggak selamanya jadi mahasiswa akuntansi itu menyenangkan, nih cek dari sisi susahnya!
Hilang satu angka saja kalang kabut
Anak akuntansi itu kehilangan 1 angka saja, bingungnya kalang kabut.
Buat mencari satu angka tersebut, bahkan tak jarang anak akuntansi
bela-belain begadang cuma demi mencari 1 angka. Bahkan, ada mahasiswa
yang begadang sampai subuh karena hitungannyang gak balance hanya karena
keselip 1 angka, dan pada akhirnya harus dihitung satu persatu.
Kuliah di jurusan Akuntansi sebenarnya tidak perlu mahir di bidang
matematika untuk menguasai materi akuntansi. Memiliki dasar matematika
yang kuat memang baik untuk membantu proses logika, karena akuntansi
menuntut banyak logika. Namun, kepandaian di bidang matematika tidak
akan berkembang di jurusan ini. Kuliah di jurusan Akuntansi hanya
membutuhkan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dan untuk
menguasai akuntansi, tidak perlu mahir matematika, cukup memahami saja.
Kuliah di jurusan Akuntansi itu gampang?
Pertama kali mendengar kalimat ini, kamu yang mahasiswa Akuntansi pasti langsung tercengang. Meskipun masih semester awal kamu akan merasa materi jurusan Akuntansi ‘bukan’lah hal yang sangat mudah dan simpel. Bahkan, beberapa teman saya dari fakultas lain, yang belum pernah merasakan, mengatakan bahwa kuliah jurusan Akuntansi pasti lebih mudah dari jurusan-jurusan sains, seperti teknik dan kedokteran. Dengan tidak menyangkal bahwa jurusan Teknik memang susah karena harus berhubungan dengan fisika dan kawan-kawan, begitu pula kedokteran yang harus menghafal begitu banyak kata-kata dalam bahasa antah-berantah. Namun tetap saja, akuntansi bukanlah bidang yang sangat mudah dan simpe ! Jika masih tidak percaya, silakan tanyakan kepada teman yang mengambil jurusan Akuntansi.
Buku tebal yang full berbahasa Inggris
Bisa dibayangkan betapa susahnya memahai buku setebal kamus yang isinya
bahasa Inggris semua. Kamu akan bingung dan akan sulit memahami semua
mata pelajaran Akuntansi yang akan dijawab. Apalagi ketika kamu
menemukan kata-kata yang sulit dalam kalimat tersebut.
Apalagi jika dosen sudah memberikan buku tebal dengan berbahasi Inggris
tersebut untuk di resume. Siap-siap kamu akan mabok kosakata. Tapi,
dengan adanya buku tersebut, kamu akan bisa mempelajari bahasa Inggris
dengan lancar. Dari sinilah kamu akan mendapatkan ilmu yang dobel.
Pengetahuan akuntansi kamu akan luas dan Bahasa Inggris kamu akan
lancar.
Ciri khas: nggak boleh ada tipe –x
Nah, kalau yang ini adalah problem anak akuntansi. Gak BOLEH ADA TIPE-X.
Kenapa? Karena hal itu adalah bentuk nyata dari kepercayaan diri kamu
sebagai mahasiswa akuntansi. Dengan nggak adanya Tipe-x itu, berarti
kamu harus selalu bertindak sempurna dalam setiap penghitungan yang
dimulai. Setiap transaksi yang kamu lakukan harus sesuai dengan modal
yang direncanakan.
Bahkan ada mahasiswa yang stress gara-gara penghitungannya sudah hampir
selesai, eh malah salah nulis. Mau nggak mau harus menulis mulai dari
awal lagi. Suatu perjuangan yang ekstra keras. Dengan nggak ada nama
“tipe-x” anak akuntansi dituntut agar serba cermat dan teliti dalam
mengerjakan tugasnya. Padahal manusia kan nggak ada yang sempurna, bapak
ibu dosen -.-
Kalkulator dan buku besar
Sebagai mahasiswa Akuntansi, memiliki kalkulator menjadi sebuah
keharusan yang harus kita bawa setiap saat. Kalkulator itu seperti alat
ajaib yang akan selalu membantu kamu ketika dalam hitung menghitung.
Kalkulator itu bagai senjata perang anak akuntansi. Bakal bingung hitung
menghitung angka yang sebenarnya fiktif itu kalau nggak ada kalkulator.
Jadi intinya, selain buat menunjang perkuliahan, kalkulator bisa kamu
jadikan identitas bahwa kamu anak Akuntansi, hehe.
Nah, satu lagi nih, buku besar. Buku besar itu bagai buku diary bagi
anak Akuntansi. Segala macam perhitungan transaksi ada di dalamnya.
Setiap anak Akuntansi pasti nggak lepas dari benda satu ini. Buku besar
mencatat segala transaksi debit dan kredit di dalamnya. Yah, meskipun
transaksi sebenarnya berisifat fana.
Ngerjain laporan setebal kitab
Akuntansi itu, laporan segunung. Ya, memang segunung. Begitu dosen
memberikan tugas, pasti akan langsung menyusun rancangan yang akan
dibuat di buku besar. Angka-angka akan menari indah dalam buku besar
kamu. Belum lagi berbagai macam transaksi yang entah dari mana asalnya
harus kamu ikut dengan cermat dan teliti. Semua butuh proses panjang
dalam hitung menghitung, hingga akhirnya tugas yang kamu buat layaknya
laporan yang sudah beberapa bulan nggak dikerjakan. Dari laporan-laporan
itu, jika dikumpulkan pasti akan tebal. Ya, nggak salah apabila tugas
anak Akuntansi tebal-tebal seperti kitab.
Berkutat dengan Rumus Dasar Akuntansi
Siapa bilang anak yang kuliah di jurusan non eksak tidak akan bertemu
dengan berbagai rumus? Akuntansi adalah contoh nyata dari dari mahasiswa
yang selamanya akan berkutat dengan berbagai rumus. Mulai dari debet,
kredit, pasar modal dan kegiatan lainnya. Jurusan Akuntansi identik
dengan angka. Jadi, kamu tentunya harus siap kalo nanti selalu ngerjain
hitung-hitungan. Tapi bukan cuma hitung-hitungan saja, dibutuhkan juga
pemahaman dan ketelitian. Ketika kuliah nanti, saat ujian misalnya,
untuk menjawab soal-soal pertanyaan dibutuhkan pemahaman dalam membuat
langkah-langkah untuk menjawabnya. Hitung-hitungan mungkin nggak terlalu
rumit, tapi ketelitian sangat diperlukan ketika menyelesaikan laporan
keuangannya. Transaksi ini masuk kategori apa, ditempatkan di mana, dan
sebagainya. Jadi harus teliti, mulai dari mencatat transaksi sampai
pembuatan laporan keuangan.
Tapi, jangan dibayangkan kalau kuliahnya bakal menyeramkan. Namanya juga
kuliah, pasti ada tantangannya. Yang dibutuhkan adalah keyakinan ketika
kamu memilih jurusan ini, bahwa kamu akan sukses di bidang ini, tekun,
niat dan selalu berusaha, maka selama kuliah dijamin akan lancar. Kamu
yang dari jurusan IPA dan IPS bisa milih jurusan ini. Jangan takut kalo
yang dari jurusan IPA, karena belum pernah dapat pelajaran Akuntansi
dasar selama sekolah, karena ketika di kelas nanti akan dapat semuanya
dari awal. Di tahun pertama kuliah akan dapat pelajaran dasar, seperti:
pengantar akuntansi, akuntansi perusahaan dagang, jasa, dan sebagainya.
Di tahun kedua, baru materi inti akan didapatkan. Di sini
hitung-hitungannya sudah lebih advance dan pemahamannya juga
lebih tinggi. Misalnya pas menghitung obligasi dan turunannya. Begitu
pula di tahun-tahun selanjutnya. Kamu akan merasakan seperti seorang
akuntan yang sedang meng-audit berbagai laporan yang nyata.
Bagaimana dengan cara mengajar dosen Akuntansi kamu di kelas ?
Dosennya asyik dan sangat terbuka dengan mahasiswanya. Di program studi
Akuntansi, Dosen udah kayak partner kita dalam belajar lho. Jika kita
ada materi yang nggak ngerti pasti akan dijelasin dari A-Z. Kita jadi
paham bagaimana proses akuntansi yang sangat urgent dalam berbagai
bidang.
Bahkan, jika mahasiswa belum mengerti juga di kelas, dosen pasti akan
menyediakan waktu luang untuk berdiskusi dengan mahasiswanya.
Sejauh ini, apa saja pengalaman yang sudah kamu rasakan selama menjadi mahasiswa Akuntansi?
Hmmm…apa ya? Asyiknya tuh kita bisa terjun langsung ke lapangan. Contoh
konkrit, kita udah bisa ngerasain berkunjung ke Bank Indonesia dan Index
Pasar Modal. Nah, di sana tuh kita bisa mendapatkan materi dan wawasan
yang lebih luas daripada di kampus. Berkunjung ke Bank Indonesia, kita
bisa tahu bagaimana siklus keuangan negara yang ditangani bangsa
Indonesia. Kita jadi mengeri bagaimana Bank Indonesia mempertahankan
nilai mata uang rupiah di dunia. Ada juga Index Pasar Modal. Kita jadi
bisa tahu bagaimana pergerakan index pasar modal di dunia, serta
faktor-faktor apa saja yang harus dilakukan agar saham tetap stabil.
Yah, dari kunjungan itu selain kita mendapat ilmu kita juga bisa
seru-seruan dengan para pejabat disana. Pokoknya keren deh!
Kegiatan apa saja yang sudah dilakukan bersama HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi ) ?
Kegiatan yang kita lakukan, diantaranya pas bulan Ramadhan kemarin kita
mengadakan BAKSOS (Bakti Sosial), trus kita juga ngadain lomba
accounting copetition yang diikuti oleh berbagai anak SMA se-Bandar
Lampung. Accounting competition ini tujuannya untuk menggali potensi
adik-adik SMA dalam bidang akuntansi.
Apakah Eka punya tips untuk mengatasi rasa jenuh dalam mengikuti perkuliahan Akuntansi?
Jangan gampang menyerah jika mengalami kesulitan. Banyak-banyak bertanya
sama teman yang udah bisa dalam mata kuliah tersebut. Terutama bertanya
pada dosen. Dijamin kamu nggak bakal jenuh kuliah di jurusan akuntansi.
Over all, kuliah di jurusan Akuntansi itu menyenangkan asal kamu bisa menekuninya. Turst It !
Nah, sobat berkuliah.com itulah berbagai fenomena yang dialami mahasiswa Akuntansi. Sukses atau tidaknya kamu sebagai mahasiswa akuntansi terletak pada pribadi kamu dalam menjalani aktivitas perkuliahan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar